Makalah Kimia Unsur - Gas Mulia

Makalah
Kimia Unsur Golongan VIIIA (Gas Mulia)


GURU PEMBIMBING:
Dra. Hj.Erna Gamayanti M.Pd

Disusun oleh:
1. Adidah
2. Da’iyah Triwidyaningsih
3. Hanif Radityo
4. Kurnia Dhafandy Ramadhan
5. Najla Akhlakul.M



MAN 1 Kabupaten Bogor
Jl. Kayu Manis No. 30 Kel. Cirimekar Kec. Cibinong Kab. Bogor



KATA PENGANTAR

Puji serta syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Kimia Unsur Golongan VIII A( Gas Mulia)”.
Dalam penyusunan makalah ini, kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya.
Makalah ini dibuat dari beberapa refrensi yang kemudian kami urutkan secara sistematis. Kami menyadari masih banyak kekurangan pada isi makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini menjadi lebih baik. Akhir kata kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.


Bogor, 2 Oktober 2018




DAFTAR ISI

Halaman judul                                          i
Kata pengantar                                        ii
Daftar isi                                                  iii
Bab I Pendahuluan
1.Latar Belakang                                     4
2.Rumusan masalah                               6
3.Tujuan                                                    6
4.Manfaat                                                  6
Bab II Pembahasan
A.Kelimpahan Unsur Golongan           7
B.Sifat-sifat Unsur golongan VIII A     8
C.Pembuatan Unsur Golongan VIII A10
D.Manfaat unsur Golongan VIII A     11
Bab III penutup
1.Kesimpulan                                         12
2.Daftar Pustaka                                    iv




Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang

Di abad ke-18 M, Cavendish mengemukakan teori komponen yang inert (lamban) di udara yang sekarang disebut dengan gas mulia. Di akhir abad ke-19 keberadaan unsur-unsur Gas Mulia pertama kali ditemukan oleh Sir William Ramsay. Beliau adalah ilmuwan pertama yang berhasil mengisolasi gas Helium, Neon, Argon, Kripton, Xenon dan Radon. Oleh sebab itu, Ramsay di anugrahkan hadiah Nobel pada tahun 1904 atas keberhasilannya ini.
Didalam sistem periodik Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA. Disebut gas karena banyak ditemukan dalam bentuk gas dan disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi). Unsur-unsur yang terdapat dalam gas mulia antara lain : Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe),dan Radon (Rn). Gas-gas ini pun sangat sedikit kandungannya di bumi.
Dalam udara kering maka akan ditemukan kandungan gas mulia sebagai berikut:
Helium=0,00052%
Neon=0,00182%
Argon=0,934%
Kripton=0,00011%
Xenon=0,000008
Radon = Radioaktif*
Gas mulia merupakan gas yang mempunyai sifat lengai, tidak reaktif, dan susah bereaksi dengan bahan kimia lain. Gas mulia banyak digunakan dalam sektor perindustrian. Gas mulia juga merupakan golongan kimia yang unsur-unsurnya memiliki elektron valensi luar penuh, sehingga menjadi golongan yang paling stabil dalam sistem periodik unsur. Unsur-unsurnya bersifat radioaktif. Karena sifat stabilnya, unsur-unsur Gas Mulia ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik. Konfigurasi elektron unsur-unsur Gas Mulia adalah oktet (8) kecuali He duplet (2).
Gas Mulia terdapat dalam atmosfer bumi, untuk Helium terdapat di luar atmosfer. Helium dapat terbentuk dari peluruhan zat radioaktif uranium dan thorium. Semua unsur - unsur gas mulia terdiri dari atom -atom yang berdiri sendiri. Unsur gas mulia yang terbanyak di alam semesta adalah Helium (banyak terdapat di bintang) yang merupakan bahan bakar dari matahari. Radon amat sedikit jumlahnya di atmosfer atau udara. Dan sekalipun ditemukan akan cepat berubah menjadi unsur lain, karena radon bersifat radioaktif.




2. Rumusan masalah

1.Jelaskan kelimpahan Unsur Golongan VIII A ?
2. Bagaimana sifat-sifat Unsur Golongan VIII A ?
3.Bagaimana reaksi pembuatan Unsur Golongan VIII A ?
4.Apa kegunaan dan manfaat Unsur Golongan VIII A ?

3.Tujuan

1.Untuk menjelaskan kelimpahan Unsur Golongan VIII
2.Untuk mengetahui sifat-sifat Unsur Golongan VIII A
3.Untuk mengetahui reaksi pembuatan Unsur Golongan VIII A
4.Untuk mengetahui kegunaan dan manfaat Unsur Golongan VIII A

4.Manfaat

Untuk mengetahui semua tentang kimia unsur golongan VIII A (gas mulia).






Bab II Pembahasan

A. Kelimpahan Unsur Golongan VIII A
1)      Gas mulia terdiri dari: Helium (2He) (Yunani: Helios = matahari), Neon (10Ne) (Yunani: Neos= baru), Argon (18Ar) (Yunani: Argos: malas), Krypton (36Kr) (Yunani: Kriptos=tersembunyi), Xenon (54Xe) (Yunani:  Xenos = asing) dan Radon (86Re).
2)      Ditemukan di alam / di udara dalam keadaan bebas berupa gas (tidak terikat dalam senyawa) karena sangat tidak reaktif .
3)      Terbanyak di alam: Argon
4)      Helium = 0,00052 %
5)      Neon = 0,00182 %
6)      Argon = 0,934 %
7)      Kripton = 0,00011 %
8)      Xenon = 0,000008
9)      Radon = Radioaktif*





B. SIFAT – SIFAT UNSUR GOLONGAN VIII A



Unsur gas alam dari Helium ke Radon :
1.Elektron valensi Gas Mulia memiliki oktet (8) ,kecuali He duplet (2).

2. Jari-jari atom semakin besar.

3. Energi ionisasi semakin kecil.

4. Kestabilan semakin berkurang.

5. Kereaktifan semakin bertambah (He,Ne, Ar belum ditemukan senyawanya. Sedangkan, Kr, Xe, Rn sudah ditemukan dalam bentuk senyawanya).

6. Kelarutan semakin bertambah (He, Ne praktis larut dalam air, sedangkan Ar,Kr, Xe, Rn larut dalam air karena ukuran atomnya semakin besar).

7. Gaya antar partikelnya rendah sekali, sehingga titik didih dan titik lelehnya rendah sekali

8. Keelektronegatifan He, Ne dan Ar tidak ada , sedangkan nilai keelektronegatifan semakin berkurang dari Kr ke Rn.

9. Nilai Bilangan Oksidasi He , Ne Ar adalah 0 , sedangkan Kr, Xe dan Rn memiliki beberapa bilangan oksidasi.


Sifat-sifat Umum Gas Mulia
1. Tak berwarna, tak berbau, tak berasa, sedikit larut dalam air.

2. Konfigurasi elektron stabil sehingga sangat sukar bereaksi.

3.Energi ionisasi sangat tinggi.

4. Di alam selalu dalam keadaan bebas (gas monoatomik).

5. Semua gas mulia terdapat di atmosfer, kecuali Radon (Rn) yang merupakan unsur radioaktif yang terdapat pada rongga batuan uranium.

6. Gas mulia di alam paling banyak adalah He, sedangkan paling sedikit adalah Rn karena merupakan unsur radioaktif.

7. Senyawa oksida gas mulia (seperti XeO3) langsung meledak jika diberi sedikit tekanan (bahkan tekanan yang kecil) atau digosok. Ledakannya setara dengan mesiu berjenis TNT.


C.   PEMBUATAN UNSUR GOLONGAN VIII A

1.Unsur gas mulia kecuali Radon diperoleh dengan cara distilasi bertingkat udara cair
2.Radon diperoleh dari peluruhan unsur radioaktif U-238 dan Ra-226
88Ra226→  86Rn222 + 2He4




D.  MANFAAT UNSUR GOLONGAN VIII A




Bab III penutup
1.    Kesimpulan
Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang memiliki kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik karena sifat stabilnya. Disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil, berupa gas pada suhu ruang dan bersifat inert (sukar bereaksi dengan unsur lain). Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia.
Gas mulia adalah grup elemen kimia dengan sifat-sifat yang sama: di kondisi standar, mereka semua tidak berbau, tidak berwarna, dan monoatomik dengan reaktivitas yang sangat rendah. Mereka ditempatkan di grup 18 (8A) dari tebel periodik (sebelumnya dikenal dengan grup 0), yaitu helium (He), neon (Ne), argon (Ar), krypton (Kr), xenon (Xe), dan radon yang bersifat radioaktif (Rn).
Sifat-sifat gas mulia bisa dijelaskan dengan baik dengan teori modern tentang struktur atom: valensi elektron kulit luar mereka dianggap "penuh", memberi mereka sedikit sekali kesempatan untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia, dan hanya beberapa ratus senyawa yang telah disiapkan. Titik didih dan titik leleh gas mulia mempunyai nilai yang dekat, berbeda kurang dari 10 °C (18 °F); yang mengakibatkan mereka berbentuk cairan dalam jangkauan suhu yang pendek. Jari-jari atom unsur-unsur Gas Mulia dari atas ke bawah semakin besar karena bertambahnya kulit yang terisi elektron. Energi Ionisasi dari atas ke bawah semakin kecil karena gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar semakin lemah. Afinitas Elektron unsur-unsur Gas Mulia sangat kecil sehingga hampir mendekati nol. Titik didih unsur-unsur Gas Mulia berbanding lurus dengan kenaikan massa atom.



DAFTAR PUSTAKA

http://yustafudinarif.blogspot.com/2016/10/makalah-tugas-kelompok-kimia-unsur.html?m%3D1&s=1&hl=id-ID

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gas_mulia&grqid=DV7pv02j&s=1&hl=id-ID

Komentar